Saul Niguez Ingat, Malam Ketika Dia Merasa Karirnya Akan Berakhir

7LiveSports – Di setiap akhir pertandingan dan setiap sesi latihan selama 2 tahun, setiap kali Saul Niguez meninggalkan lapangan, dia pergi ke toilet dan pipis darah.

Setiap hari merasa sakit, setiap hari adalah resiko. Namun pemain tengah Atletico Madrid ini tidak berhenti. Atau bisa saja dia akan sampai pada kondisi dimana karirnya akan berhenti – karena ginjalnya yang rusak.

Malam itu di bulan Februari 2015 di BayArena (Leverkusen), dia bahkan kesulitan berdiri. Dia dituntun oleh petugas fisio, muntah berulang kali di lorong menuju ruang ganti. Mereka harus berhenti sebanyak 7 kali.

“Sepertinya itu adalah awal mula bagi saya di Champions League dan hal itu terjadi,” ingat Saul. “Itu adalah malam terburuk bagi karir saya, bukan karena cedera tapi karena saya melihat ayah saya menangis.”

Saul seperti dapat melewati pertandingan, namun tidak dapat bertahan hingga lebih dari akhir babak pertama. Di ruang ganti dia mulai gemetar dan kemudian kehilangan rasa pada bagian tangan dan kakinya. Setelah itu dia dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans, ditemani oleh ayahnya yang ketakutan.

Saul Niguez ketika di rumah sakit
Saul Niguez ketika di rumah sakit

Semua anggota tim terbang pulang ke Madrid kecuali Saul. Dia sebelumnya pernah menderita sakit ginjal ketika menjadi pemain pinjam di Rayo Vallecano.

Dia tinggal di rumah sakit di Leverkusen selama 4 hari bersamaan dengan darahnya terkuras. Dia tidak dapat bermain selama sebulan, tapi setelah itu dia pulih dan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here